Kursi-kursi termenung kosong
berhadap-hadapan dengan meja yang hampa
Layar sibuk sendiri dengan F1
menukik, meluncur tanpa penonton
Laki-laki berkumpul di sudut ruang
dinaungi kepala kijang yang terbunuh penuh siksa
berkata-kata pada bahasa
yang tak kupedulikan maknanya
Bartender melayaniku dengan ketidaksiapannnya
persis seperti pacar terakhir
bingung dan ragu
tak berani bertanya banyak
Diam-diam kukucurkan
setetes kangen
pada segelas Contrue
yang aku sembunyikan hingga mati!
Puisi Dewi Nova Wahyuni
Cirebon, 1 November 2009
berhadap-hadapan dengan meja yang hampa
Layar sibuk sendiri dengan F1
menukik, meluncur tanpa penonton
Laki-laki berkumpul di sudut ruang
dinaungi kepala kijang yang terbunuh penuh siksa
berkata-kata pada bahasa
yang tak kupedulikan maknanya
Bartender melayaniku dengan ketidaksiapannnya
persis seperti pacar terakhir
bingung dan ragu
tak berani bertanya banyak
Diam-diam kukucurkan
setetes kangen
pada segelas Contrue
yang aku sembunyikan hingga mati!
Puisi Dewi Nova Wahyuni
Cirebon, 1 November 2009